Kamis, 22 April 2010

SENI MENDENGARKAN

Dalam bisnis kita banyak berkomunikasi dengan orang lain. Mendengar, kata yang mudah diucapkan namun (kadang) sulit dipraktikkan. Ada tulisan menarik yg kami ambil dari tanadisantoso.com. Semoga dengan kita mengambil materi ini dapat bermanfaat untuk kelangsungan usaha kita khususnya serta kehidupan kita sehari-hari pada umumnya.



Ketika anda mendengarkan seseorang berbicara, sering tangan kita tidak bisa diam, memainkan bolpoin, melihat barang dimeja, ataupun melihat kiri kanan dan berpikir hal-hal yang lain juga.

Ini sebenarnya disebabkan karena kecepatan seseorang berbicara sekitar 100 kata/menit. Padahal otak kita punya kemampuan mencerna sekitar 250-500 kata/menit. Jadi otak kita lebih cepat 'berbicara' daripada kecepatan mulut berbicara.

Sehingga sering kita alami, bahwa ketika orang sedang berbicara kepada kita, kita sudah tahu maksudnya. Bahkan kita sudah tahu jawabannya. Akibatnya sering kita seperti tidak memperhatikan lagi. Dampaknya adalah yang berbicara merasa tidak kita hargai.

Nah, karena itu perlulah kita mempelajari bagaimana seni mendengarkan orang lain berbicara. Ada 10 hal yang harus diperhatikan dalam hal ini.

Pertama, ketika anda mendengarkan, berhentilah berbicara termasuk berbisik sekalipun kepada teman di samping anda.

Kedua, bertanyalah sesuatu untuk memperdalam apa yang di katakannya. Sehingga dia merasakan anda sangat memperhatikan dan turut mengikuti apa yang dia katakan.

Ketiga, jangan menyela. Janganlah kita menyela ditengah tengah, ketika dia sedang berbicara. Menimpali dengan perkataan lain, akan membuyarkan konsentrasinya, juga membingungkan pendengar lain.

Keempat, berkonsentrasilah untuk mendengarkan apa yang dia katakan.

Kelima, lihatlah mata atau wajah pembicara. Dengan tidak melihatnya, meski anda mendengarkan, dia merasa anda abaikan. Dengan melihatnya dia merasa dihargai dan menjadi semakin bersemangat.

Yang keenam, kadang-kadang apa yang tersirat, yang tidak diucapkan secara spesifik oleh pembicara, kita dapat memahaminya. Anda harus memahami tidak hanya yang tersurat saja.

Ketujuh, tunjukkan emosi positif anda. Beri rasa empati, rasa turut merasakan apa yang dia rasakan. Namun jangan sampai kita turut marah, benci, membentak atau hal-hal yang negatif lainnya yang dia utarakan.

Kedelapan, jangan mendebat. Anda menyatakan sesuatu yang berlawanan dengan dia, bisa saja dia tidak menyukai hal itu. Karena itu cari saat yang tepat, kalau memang anda tidak setuju dengan pendapatnya, untuk mengutarakan keberatan anda.

Yang kesembilan, jangan memotong dan menyimpulkan menurut anda sendiri. "Oh, maksudnya kamu begini kan ?" begitu yang sering kita katakan. Padahal belum tentu benar.

Yang terakhir, berbicara dan mendengarkanlah dengan perasaan tulus, betul-betul berniat mendengarkannya.

10 hal di atas bila dilakukan, dapat membantu anda berkomunikasi dengan lebih baik demi kesuksesan hidup dan bisnis anda.

Rabu, 21 April 2010

WMI Segera Luncurkan Buletin

Sebuah langkah besar akan dilakukan WMI. Dalam waktu dekat akan dibentuk pengurus keredaksian untuk keperluan penerbitan Buletin. Semoga dapat menjadi warna tersendiri bagi dunia penerbitan di Solo khususnya, Indonesia umumnya. Mohon saran dan bimbingannya.

Agenda WMI (lagi)

Klinik WMI bersama Bp.Liliek Setiawan
Klinik WMI bersama Mas Benk 'GAGE', Bp. Farid Sunarto dan Bp Liliek Setiawan @ Grha Wisata Niaga

Beberapa Agenda WMI

Klinik WMI Bersama Mas Yuis CARTENZ
WMI bersama Ust.Nasrullah SpiritualPreneurship (Hotel Solo Inn)
Temu darat WMI @ Funy Fruity+Sego Kobong

Klinik WMI bersama mbk.Dian @ Solo Square

KLINIK WMI RUTIN BERJALAN


Klinik Wirausaha Muda Indonesia adalah salah satu progaram dari kami. Berjalan setiap Jum'at malam, klinik WMI menghadirkan pengusaha sukses dari Surakarta. Dalam acara tersebut diharapkan adanya share informasi dari senior kepada pengusaha pemula. Selain itu juga disampaikan sejarah perjalanan usaha.
Pengusaha yang pernah hadir diantaranya Bp.Adib Adjiputra (Century 21), Rahmad Noor(RS Models), Tarrochmad(Venna Terapi), Ade(Batik Doyohadi), Liliek Setiawan(Sekar Lima Pratama), dll.
Acara Klinik WMI sendiri berjalan secara rutin. Semua kalangan dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. Tak ada batasan usia, pekerjaan dll.